1 Bitcoin (BTC) =

bitcoin.co.id
1 Bitcoin (BTC) =

coindesk.com
1 Bitcoin (BTC) =

coinmarketcap.com
BTC IDR
1 = Rp
Berdasarkan harga terakhir dari bitcoin.co.id
IDR USD
$1 = Rp
Satoshi BTC
1 = 100.000.000 Satoshi
Satoshi adalah satuan terkecil Bitcoin
Fee Saat ini
Median 30 Menit

per transaksi
Satoshi/byte | Satoshi/transaksi
Asumsi 226 bytes/transaksi. Data dari https://bitcoinfees.earn.com/
Total Sirkulasi Bitcoin

Total Supply Bitcoin

21.000.000

Disclaimer
Perbedaan Harga: Perbedaan harga terjadi karena kondisi pasar berdasarkan prinsip ketersediaan dan permintaan (supply & demand), spesifik di pasar tersebut. Karena perubahan harga terjadi sangat cepat, cekbitcoin.com tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan informasi yang tercantum di website cekbitcoin.com

Perhatian: Aktivitas jual beli dan investasi cryptocurrency adalah aktivitas beresiko tinggi karena fluktuasi harga yang sangat tidak stabil. Cekbitcoin.com tidak mengajak, mempengaruhi, atau menyarankan individu untuk memiliki dan membeli Bitcoin. Segala keputusan untuk membeli Bitcoin dan cryptocurrency adalah keputusan mutlak setiap individu. Cekbitcoin tidak melakukan jual beli Bitcoin.

Tentang cekbitcoin.com
Cekbitcoin adalah website info harga Bitcoin hari ini, Bitcoin Indonesia daftar harga Bitcoin, rate harga Bitcoin yang bisa digunakan untuk beli Bitcoin dan edukasi bitcoin dan cryptocurrency. Cekbitcoin menyediakan informasi harga Bitcoin saat ini, Bitcoin ke rupiah dan dollar. Bitcoin ke usd, idr, btc, satoshi, rate Harga Ethereum (ETH), Harga Litecoin (LTC), Harga Ripple (XRP), Harga Bitcoin Cash (BCH), Harga Waves (WAVES), harga Stellar Lumens (XLM) dan perkiraan network fee Bitcoin saat ini untuk setiap transaksi pengiriman Bitcoin. Cekbitcoin juga memberikan informasi tentang apa itu Bitcoin, berita perkembangan Bitcoin dan cryptocurrency, sejarah terciptanya Bitcoin, pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto, juga penjelasan mengenai apa itu Blockchain dan apa itu sistem desentralisasi dan keuntungannya dibandingkan sistem perbankan tradisional dan konvensional. Cekbitcoin menyarankan untuk mempelajari sedetail mungkin tentang Bitcoin dan cryptocurrency sebelum memutuskan untuk membeli atau berinvestasi Bitcoin dan cryptocurrency. Cek harga Bitcoin hari ini dan cek harga Bitcoin dalam Rupiah hanya di cekbitcoin.com.

  • Ethereum (ETH)
  • Ethereum Classic (ETC)
  • Litecoin (LTC)
  • Ripple (XRP)
  • Stellar Lumens (XLM)
  • Zcoin (XZC)
  • Bcash (BCH)
  • Waves (WAVES)
  • Cardano (ADA)

Apa itu Bitcoin?


Apa itu Bitcoin? Kenapa Bitcoin diciptakan? Siapa penciptanya? Cryptocurrency itu apa? Blockchain itu apa? Beli bitcoin di mana? Berapa harganya? Bagaimana caranya?

Adalah beberapa pertanyaan yang muncul begitu kita mulai mengenal Bitcoin. Bitcoin disebut-sebut sebagai teknologi paling disruptif di beberapa dekade terakhir. Harga Bitcoin melonjak ratusan kali lipat selama 3 tahun terakhir.

Bitcoin adalah teknologi baru, sebuah alternatif solusi baru. karena baru, kita perlu mengerti dulu konsep dasarnya. Pasti ada alasan kenapa sesuatu diciptakan, begitu juga Bitcoin, ada masalah yang ingin dipecahkan dengan diciptakannya Bitcoin. Dengan mengerti latar belakangnya akan jauh lebih mudah menentukan apakah Bitcoin cocok untuk kita adopsi, kita gunakan atau tidak.

Walaupun sudah 10 tahun sejak diciptakan, Bitcoin masih dalam tahap yang sangat baru. Teknologi ini masih akan terus berkembang. Karena perkembangan yang terjadi semakin pesat, beberapa informasi di sini mungkin tidak lagi relevan, tapi akan saya coba untuk terus memperbaharui berdasarkan perkembangan yang terjadi di dunia cryptocurrency.

Tidak semua detail dijelaskan di sini, tapi mudah-mudahan ini bisa jadi landasan awal untuk mengerti apa itu Bitcoin dan teknologi revolusioner di baliknya.


Bitcoin VS Mata Uang Fiat

Bitcoin

Desentralisasi

Tidak dikontrol oleh institusi, pemerintah, bank, atau individu.

Akses Global

Bisa diakses siapapun tanpa terbatas, lokasi, negara dan teritori.

Ketersediaan Terbatas

Sirkulasi ketersediaan dibatasi 21.000.000 Bitcoin berdasarkan konsensus.

Deflasi

Nilai Bitcoin semakin lama semakin naik.

Tidak Bisa Dipalsukan

Kriptografi dengan konsensus desentralisasi.

Mata Uang Fiat

Sentralisasi

Wewenang dan kontrol oleh bank dan pemerintah suatu negara.

Akses Terbatas

Penggunaan terbatas dan hanya berlaku di suatu wilayah negara.

Ketersediaan Tidak Terbatas

Pemerintah dan bank berhak menambah jumlah uang yang beredar.

Inflasi

Nilai uang semakin lama semakin turun.

Sangat Mungkin Dipalsukan

Kejahatan pemalsuan uang sering terjadi.

Krisis Finansial Global

Di tahun 2008, terjadi krisis finansial yang berawal di US dan dampaknya adalah resesi yang melanda hampir sebagian besar negara Eropa dan dunia. Salah satu negara di Eropa yang terkena dampak paling parah adalah Greece.

Krisis ini terjadi karena Kredit Subprima, kredit yang diberikan bank seperti kredit kepemilikan rumah, kendaraan dan lain-lain yang menumpuk dan tidak bisa terbayarkan. Bank yang menjadi institusi pendanaan kredit subprima ini bangkut yang akhirnya berdampak pada pasar saham yang ikut kolaps. Krisis finansial di tahun 2008 ini didokumentasikan secara detail di film Inside Job, dan diceritakan ulang dengan brilian di film The Big Short.

Di bagian dunia lain, sejak tahun 2012 sampai saat ini, Venezuela juga mengalami krisis ekonomi. Inflasi besar-besaran yang menyebabkan nilai mata uangnya turun hingga mencapai 800% di tahun 2016. Krisis di Venezuela adalah krisis sosioekonomi, dimana kombinasi antara politik, hutang negara, kredit, bisnis, korupsi, menyebabkan runtuhnya ekonomi negara Venezuela.

Satoshi Nakamoto

Di saat yang hampir bersamaan dengan krisis finansial di dunia dan seolah ingin menjawab permasalahan krisis finansial, pada Oktober 2008 adalah Satoshi Nakamoto yang merilis paper di sebuah mailing list kriptografi, berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”.

Di paper “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”, Satoshi Nakamoto menjelaskan secara detail mengenai metode dan mekanisme untuk sistem pembayaran dan finansial dengan menciptakan sebuah alat pembayaran digital atau mata uang digital terenkripsi dengan kriptografi (cryptocurrency) yang dinamakan Bitcoin. Kriptografi adalah ilmu mengenkripsi pesan atau data sehingga pesan atau data itu akan terlihat seperti tidak memiliki arti.

Nama Satoshi Nakamoto adalah nama samaran dan bukan nama asli. Spekulasi tentang siapa itu sebenarnya Satoshi Nakamoto sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Tapi bisa dipastikan individu atau grup di balik nama Satoshi Nakamoto adalah ahli matematika, kriptografi, dengan kemampuan programming yang handal. Sampai saat ini tidak ada yang bisa memastikan identitas asli dari Satoshi Nakamoto.

Bitcoin

Secara fungsi dasarnya Bitcoin sebagai mata uang digital atau cryptocurrency sama dengan mata uang seperti Rupiah atau Dollar, yaitu sebagai alat tukar dan alat transaksi. Tapi di sisi lain banyak perbedaan mendasar antara Bitcoin dan mata uang.

Salah satu yang paling membedakan adalah Bitcoin tidak berwujud. Sebagai mata uang digital/elektronik tentu Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik seperti halnya Rupiah atau Dollar yang memiliki bentuk fisik seperti kertas dan koin.

Untuk menyimpan Bitcoin memerlukan dompet digital (wallet) yang memiliki alamat publik (public address). Dari dompet digital ini kita bisa bertransaksi, menerima dan mengirim Bitcoin.

Setiap transaksi Bitcoin terjadi di jaringan digital yang ditampung dalam sebuah "blok berantai". Blok berantai ini yang kemudian dikenal dengan istilah Blockchain. Bisa dibilang, jantung Bitcoin adalah teknologi Blockchain ini.

Desentralisasi

Konsep desentralisasi adalah konsep esensial dari Bitcoin, yang membuat teknologi ini revolusioner dan menonjol jika dibandingkan dengan sistem konvensional saat ini.

Desentralisasi pada intinya adalah konsep untuk membagi atau mendistribusikan kekuasaan dari satu entitas/institusi, ke beberapa atau banyak orang sehingga tidak ada satu entitas yang memegang kekuasaan penuh.

Konsep membagi data ke semua orang ini terkesan berlawanan dengan intuisi (contraintuitive), namun di sistem desentralisasi, semakin banyak data terdistribusi ke setiap individu akan membuat jaringan semakin aman. Semakin luas data terdistribusi, semakin sulit untuk memanipulasi data.

Kita tidak perlu lagi percaya (trustless) kepada satu institusi tunggal yang memiliki otoritas penuh karena sistem akan membagi setiap data transaksi ke semua orang di jaringan Blockchain. Semua orang bisa berpartisipasi untuk memegang duplikat data dan memvalidasi setiap transaksi.

Blockchain

Blockchain dianggap sebagai teknologi disruptif di beberapa dekade terakhir karena merevolusi sistem perbankan dan transaksi finansial dengan memanfaatkan teknik kriptografi dan jaringan desentralisasi. Jadi sebenarnya apa itu Blockchain?

Blockchain sejatinya adalah komputer-komputer yang terkoneksi ke sebuah jaringan. Komputer yang terhubung ke jaringan diistilahkan dengan "node”. Setiap komputer ini akan mendapatkan duplikasi dari data yang ada di jaringan. Misalnya satu komputer terhubung ke jaringan Bitcoin, maka komputer tersebut akan menduplikasi semua data di jaringan blockchain Bitcoin. Ketika satu komputer terhubung dengan jaringan Ethereum, maka komputer tersebut akan menduplikasi semua data di jaringan blockchain Ethereum. Begitu seterusnya dengan jaringan blockchain lain.

Spesifik untuk Bitcoin, karena pada awalnya Bitcoin didesain untuk metode pembayaran, maka jika disederhanakan, konsep Blockchain sebenarnya mirip dengan buku kas.

Pernah tahu buku kas?

Ya, buku kas. prinsipnya Blockchain adalah seperti sistem buku kas besar yang mencatat dan memverifikasi setiap transaksi debet dan kredit. Bank konvensional atau sistem pembukuan tradisional juga menggunakan sistem buku kas ini. Perbedaan mendasar antara Blockchain dan sistem pembukuan/bank tradisional adalah di mana data buku kas itu berada.

Pada sistem bank konvensional, data kas dimiliki oleh dan hanya oleh institusi bank (sentralisasi), tersimpan di server tertutup (private) yang dimiliki bank tersebut dan hanya bank tersebut yang bisa mengubah data debit/kredit. Pada sistem konvensional ini, Bank menjadi penengah (pihak ke-tiga) antara nasabah dan setiap transaksinya.

Bank juga punya kewenangan untuk memvalidasi, menerima, menolak, membatalkan, mengembalikan setiap transaksi yang terjadi di sistemnya. Tidak hanya itu, bank juga bahkan memiliki kewenangan untuk menggunakan dan atau memanfaatkan dana nasabah yang tersimpan di sistemnya. Kewenangan ini yang menjadikan kita harus percaya sepenuhnya ke institusi bank (trusted system).

Di sistem Blockchain, data buku kas ini berada di jaringan peer-to-peer, yang artinya setiap komputer yang terhubung dengan jaringan Blockchain akan memiliki duplikat data buku kas yang sama (desentralisasi). Individu, termasuk kita juga bisa memegang duplikat data buku kas ini. Karena menggunakan teknik kriptografi, data buku kas ini terenkripsi dan akan hanya bisa dibaca oleh komputer. Mata manusia tidak akan bisa melihat data aslinya.

Lalu-lintas transaksi dan kepemilikan Bitcoin oleh setiap individu akan tercatat selamanya di Blockchain.

Walaupun pada saat diciptakannya, Blockchain dan Bitcoin dikhususkan untuk keperluan finansial dan validasi transaksi, tapi pada perkembangannya ternyata konsep validasi peer-to-peer di Blockchain bisa dimanfaatkan untuk hal lain diluar transaksional dan finansial seperti protokol, verifikasi identitas, database, smart contract, dan Internet of Things.

Validasi Transaksi (Mining)

Setiap transaksi yang masuk dan tercatat di jaringan Blockchain Bitcoin perlu divalidasi. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan Blockchain akan memvalidasi setiap transaksi tersebut. Komputer tersebut akan memecahkan kode enkripsi dan ketika satu transaksi dinilai valid maka transaksi tersebut akan masuk dan digabungkan dengan transaksi lain ke dalam sebuah blok. Proses validasi ini dilakukan secara otomatis menggunakan komputer berkemampuan tinggi yang berjalan 7 hari 24 jam. Aktivitas validasi ini yang kemudian diistilahkan dengan Mining, dan komputer atau pemilik komputernya disebut dengan Miner.

Adalah sistem Blockchain ini yang menjadi inti dari Bitcoin, yang menjadikan jaringan ini memiliki ekosistem ekonomi sendiri. Miner yang melakukan Mining akan mendapatkan upah dari setiap transaksi yang di-validasi. Jadi ketika Miner yang terhubung ke jaringan Blockchain Bitcoin, maka ia akan mendapatkan upah Bitcoin. Ketika Miners terhubung dengan jaringan Ethereum maka ia akan mendapatkan upah Ethereum, dan seterusnya. Itulah kenapa aktivitas mining dijadikan lahan bisnis oleh banyak orang saat ini.

Upah untuk miner ini akan dibebankan kepada orang yang melakukan transaksi. Biaya upah ini lebih kecil jika dibandingkan biaya yang dibebankan oleh bank yang seringkali berlapis, biaya transfer, biaya administrasi, dll. Perlu diketahui juga kita hanya perlu membayar biaya setiap kali kita melakukan transaksi (mengirim Bitcoin ke orang lain). memiliki dan menyimpan Bitcoin tidak dikenakan biaya apapun.